Rapat Kerja Nasional LPSE 2016 : “Penguatan Peran Serta LPSE dalam Pembangunan Nasional”

banner website tanpa logo sponsor

banner website tanpa logo sponsor

11/4/2016 4:05:23 PM
Jakarta, 3/11/16, Balai Kartini, Pengadaan Barang/Jasa dikenal sebagai sesuatu pekerjaan yang menakutkan di era reformasi ini.  Untuk mengatasi hal tersebut LKPP sebagai suatu lembaga yang menangani kebijakan pengadaan Barang/Jasa selalu berusaha untuk terus meningkatkan perannya.
Berkenaan dengan hal tersebut, LKPP menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional LPSE 2016 pada tanggal 3 November 2016 dengan mengambil tema “Penguatan Peran Serta LPSE dalam Pembangunan Nasional” di Balai Kartini, Jakarta. Peserta terdiri dari seluruh LPSE dari Sabang sampai Merauke dengan jumlah sekitar 1200 peserta. Agus Prabowo sebagai Kepala LKPP membuka acara, disampaikan pula bahwa Agus bangga dengan hantu-hantu anggota LPSE, maksudnya adalah bahwa para anggota LPSE walau tidak terlihat tapi mereka sangat berperan dalam  proses pengadaan barang/jasa sehingga pembangunan dapat berjalan dan penyerapan anggaran dapat terealisasi dengan baik. Hal tersebut disambut meriah oleh peserta dengan memberikan tepuk tangan dan sorak sorai.
Acara selanjutnya diskusi panel dimana hadir para pembicara, Mardiasmo Wamen Kemenkeu, Bambang Brojonegoro Menteri Bappenas, Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Menteri  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR ), Sofyan A. Djalil  Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Samuel Abrijani Pangerapan Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo dan Agus Prabowo Kepala LKPP. “LPSE sangat membantu TEPRA dalam memberikan data realisasi belanja dalam pelaksanaan pengadaan, saya sangat bangga dengan teman-teman LPSE namun ada beberapa yang harus ditegaskan bahwa kelembagaan dari LPSE ini harus jelas dahulu agar para anggota LPSE dapat secara penuh memberikan karyanya, mereka tidak lagi bersifat adhock, karier serta tunjangan kerja yang jelas sehingga anggota LPSE adalah merupakan SDM yang berkualitas dengan integritas yang tinggi dan profesional”, kata Mardiasmo
Dalam Rakernas LKPP ini juga melaunching beberapa aplikasi baru sebagai sebuah innovasi untuk terus mendukung pelaksanaan pengadaan barang/jasa yaitu : Sistem Rencana Umum Pengadaan v.2, Portal inaproc.id, E-reverse auction, Competitive Catalogue, Katalog Lokal, SPSE-ICB. Dengan adanya aplikasi baru ini diharapkan  pengadaan barang/jasa bukan lagi merupakan sesuatu yang menakutkan justru memberikan kenyaman dalam proses pemilihan penyedia dimana integritas yang tinggi harus juga dimiliki oleh anggota LPSE.

MCAI Dorong Kemenkeu Wujudkan Organisasi Pengadaan Yang Lebih Maju dan Modern

mcai_01

mcai_01

9/29/2016 10:55:15 AM

Jakarta, 23/09/2016 Kemenkeu – Pada Selasa (30/08), Pusat LPSE menggelar rapat bersama Millennium Challange Account-Indonesia (MCAI). Pertemuan kali ini merupakan tindak lanjut Program Modernisasi Pengadaan (MP) yang sudah dicanangkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan MCAI sejak awal tahun 2016.

Menurut MCAI, desain organisasi pengadaan modern yang seharusnya dimiliki Kemenkeu adalah wujud organisasi yang sentral (mampu mengkoordinasikan seluruh kegiatan pengadaan), permanen, mandiri (bebas intervensi), strategis, efektif dan efisien, serta berorientasi pada pelanggan.

Program MP yang akan diinisiasi di Kemenkeu akan memasuki fase II, dimana hal tersebut berdasarkan seleksi yang dilaksanakan oleh LKPP. Periode program Modernisasi Pengadaan ini berlangsung selama 2 tahun (2016-2018). Program MP ini dilaksanakan dalam rangka reformasi pengadaan, yaitu penguatan lembaga pengadaan, terwujudnya SDM pengadaan yang profesional, menciptakan peran dan fungsi kelembagaan pengadaan, serta mewujudkan pengadaan yang efisien dan efektif melalui pengelolaan kinerja pengadaan yang sistematis.

Melalui program ini, diharapkan kelembagaan pengadaan di Kemenkeu bukan hanya sebagai supporting unit melainkan menjadi “core function” (unit utama). Dengan demikian, diharapkan pengadaan dapat meningkatkan penghematan dan efisiensi belanja pengadaan barang/jasa dengan tetap menjaga kualitas dalam rangka mendukung pelaksanaan pelayanan publik.

Sebagai informasi, rapat tersebut dihadiri oleh Para Praktisi/Ahli Pengadaan/Procurement Expert MCAI yang dipimpin oleh Sonny Sumarsono, dan Para Pejabat serta Pegawai di lingkungan Pusat LPSE yang dipimpin oleh Plh. Kepala Pusat LPSE Dini Kusumawati.