Kemenkeu Laksanakan Piloting Asuransi Barang Milik Negara

asuransi

asuransi

11/29/2019 4:31:03 PM
Jakarta – Ketua Konsorsium Asuransi BMN Didit Mehta Pariadi menyerahkan Polis Asuransi Barang Milik Negara kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Hadiyanto pada Jumat  (29/11) di Kantor Pusat Kemenkeu. Konsorsium Asuransi BMN merupakan wadah kerjasama 56 perusahaan, yaitu 50 perusahaan asuransi umum dan 6 perusahaan reasuransi.

Penyerahan polis ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan piloting Asuransi Barang Milik Negara (BMN) di Lingkungan Kementerian Keuangan, yang mengacu pada KMK 253/2019. Di tahun 2019, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) mulai mengasuransikan 1.360 gedung Kementerian Keuangan dengan nilai Rp10,84 triliun. Standar Polis Asuransi BMN (Polis ABMN) merupakan polis yang disusun khusus dengan mengadaptasi beberapa polis asuransi standar yang sudah ada (Property All Risks) untuk mengcover berbagai bencana.

Sebelumnya, telah dilaksanakan penandatanganan perjanjian kontrak payung penyediaan jasa asuransi BMN pada Senin, (18/11) di Kantor Pusat DJKN oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata dengan Ketua Konsorsium Asuransi BMN Didit Mehta Pariadi. Bersamaan dengan penandatanganan kontrak payung tersebut, ditandatangani pula Surat Permintaan Penutupan Asuransi (SPPA) oleh Kabiro Umum Sekretariat Jenderal Kemenkeu Sugeng Wardhoyo sebagai pihak K/L yang melakukan pengasuransian BMN pada tahun 2019.

Kontrak payung ini merupakan dasar untuk pengadaan jasa asuransi BMN di tingkat Kementerian/Lembaga (K/L). “Dengan adanya penandatanganan kontrak payung ini, maka implementasi asuransi BMN telah dimulai,” tutur Isa.

Lebih lanjut, DJKN telah merencanakan implementasi asuransi BMN secara bertahap. Pada tahun 2020, asuransi BMN akan diimplementasikan oleh 10 K/L, kemudian 20 K/L pada tahun 2021, 40 K/L pada tahun 2022, dan seluruh K/L pada tahun 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published.